PAI Integrated

PAI Integrated

SMP UMI Sundari menghadirkan sistem pendidikan yang memadukan kurikulum sekolah formal dengan tradisi keilmuan pesantren. Jika pada umumnya mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di tingkat SMP hanya diberikan sekitar 2 jam pelajaran per minggu, maka di SMP UMI Sundari pembelajaran keislaman diperkuat hingga 10 jam pelajaran setiap minggu.

Program ini dirancang untuk membentuk peserta didik yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akidah yang kuat, ibadah yang benar, akhlak yang mulia, serta kemampuan membaca literatur klasik Islam.

Berikut beberapa program unggulan dalam penguatan pendidikan keislaman:


1. Fikih – Kajian Kitab Klasik (Taqrib)

Pembelajaran fikih menggunakan kitab klasik Fathul Qorib (Kitab Taqrib) yang merupakan salah satu kitab dasar dalam kajian fikih madzhab Syafi’i yang banyak dipelajari di pesantren.

Melalui kajian kitab ini, siswa mempelajari berbagai hukum Islam yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari seperti:

  • thaharah (bersuci)

  • shalat

  • puasa

  • zakat

  • serta dasar-dasar muamalah.

Pembelajaran dilakukan dengan metode khas pesantren:

Kelas VII – Metode Bandongan

Pada tahap awal, siswa belajar dengan metode bandongan, yaitu guru membaca teks kitab kuning (Arab gundul) kemudian menjelaskan makna dan kandungannya.

Siswa menyimak penjelasan guru sambil memberikan makna pada teks kitab menggunakan Arab Pegon (Arab pego). Metode ini melatih siswa untuk mengenal struktur bahasa kitab klasik dan memahami maknanya secara sistematis.

Kelas VIII dan IX – Metode Sorogan

Pada tahap lanjutan digunakan metode sorogan, yaitu siswa secara bergantian membaca teks kitab di hadapan guru, kemudian mengartikan dan menjelaskan isi teks tersebut.

Guru akan mengoreksi bacaan, pemahaman, serta memberikan penjelasan tambahan. Metode ini melatih siswa untuk mandiri dalam membaca dan memahami kitab kuning, sebagaimana tradisi pembelajaran di pesantren.

Dengan metode ini, siswa tidak hanya mempelajari fikih secara teori, tetapi juga dilatih untuk memahami langsung sumber literatur keilmuan Islam.


2. Qur'an Hadis – Tahsin dan Tahfidz

Pembelajaran Al-Qur’an di SMP UMI Sundari difokuskan pada tahsin (perbaikan bacaan) dan tahfidz (hafalan Al-Qur’an).

Program ini dilaksanakan bekerja sama dengan UMMI Foundation Surabaya dengan menggunakan Metode Ummi, yaitu metode pembelajaran Al-Qur’an yang sistematis, mudah dipahami, dan memiliki standar mutu yang jelas.

Melalui program ini siswa diharapkan mampu:

  • membaca Al-Qur’an dengan tartil dan benar,

  • memiliki hafalan Al-Qur’an,

  • serta menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.


3. Aqidah Akhlak – Kajian Aqidatul Awam

Pembelajaran aqidah menggunakan kitab Aqidatul Awam, sebuah kitab yang berisi dasar-dasar akidah Ahlussunnah wal Jama’ah yang disusun dalam bentuk nazham (syair).

Dalam pembelajaran ini siswa:

  • mempelajari isi kitab,

  • menghafalkan nazham Aqidatul Awam,

  • memahami maknanya,

  • serta mengamalkan nilai-nilai akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan demikian, pembelajaran aqidah tidak hanya bersifat teoritis tetapi juga menjadi pondasi karakter dan perilaku siswa.


4. SKI – Sejarah Kebudayaan Islam Berbasis Kearifan Lokal

Pembelajaran SKI di SMP UMI Sundari tidak hanya mempelajari sejarah peradaban Islam secara global, tetapi juga menekankan kearifan lokal (local wisdom).

Siswa diajak mengenal:

  • sejarah perkembangan Islam di dunia

  • sejarah Islam di Nusantara

  • tokoh ulama dan budaya Islam di daerah sekitar.

Pendekatan ini bertujuan menumbuhkan rasa bangga terhadap warisan peradaban Islam sekaligus menghargai budaya lokal yang bernilai islami.


5. Bahasa Arab – Metode Al-Miftah

Pembelajaran Bahasa Arab menggunakan metode membaca kitab kuning dengan Metode Al-Miftah.

Metode ini membantu siswa:

  • memahami dasar-dasar nahwu dan sharaf,

  • membaca teks Arab tanpa harakat,

  • serta mempersiapkan mereka untuk melanjutkan pendidikan ke pesantren atau lembaga pendidikan Islam yang lebih tinggi.


Melalui program unggulan ini, SMP UMI Sundari berkomitmen melahirkan generasi yang:

  • kuat dalam aqidah

  • benar dalam ibadah

  • mulia dalam akhlak

  • serta mampu membaca dan memahami khazanah keilmuan Islam klasik.